Thursday, May 11, 2017

Proposal usaha Daily Co. "Clothing outlet"

 PROPOSAL USAHA

Daily Co.
“Clothing Outlet”





  

Disusun Oleh :

Panji Aldio Utama
18214387
3EA47



UNIVERSITAS GUNADARMA
KARAWACI
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kami sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan tepat waktu.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh guru pada mata kuliah kewirausahaan.

Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.

Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya.


Tangerang,                                          2017






















iii

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………..   i
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………..   ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………... iii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..  iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Informasi Tentang Bisnis ………………………………...……………………........   1
1.2  Latar Belakang ……………………………………………………………………...   1
1.3  Visi dan Misi ……..………………………………………………………………....   1
BAB II KEGIATAN USAHA
2.1 Konsep Promosi ……………………………………………………………….…...   2
2.2 Target Pelanggan …………………………………………………………………...   2
2.3 Prespektif Masa Depan Usaha…………………………………………………........  2
2.4 Analisis Persaingan …………………………………………………..…………….   2
2.5 Segmentasi Pasar yang akan Di masuki ……………………………………………   2
BAB III RENCANA PEMASARAN
3.1 Penetapan Harga …………………………………………………………….............  3
3.2  Pelaksanaan Distribusi ……………………………………………………………… 3
3.3 Strategi Promosi yang akan dilakukan ……………………………………………...  3
BAB IV PERENCANAAN PERMODALAN
4.1 Sumber-sumber permodalan ………………………………………………………..  4
4.2 Neraca Permulaan Perusahaan ……………………………………………………… 4
4.3 Proyeksi Aliran Kas ………………………………………………………………… 4
4.4 Perencanaan Laba Rugi …………………………………………………………….. 5

BAB V PENUTUP …………………………………………………………………………  6












iv

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan

Perusahaan kami bergerak di bidang perdagangan  yang menjual berbagai aneka pakaian  atau fashion pria yang pastinya ter-update dan cocok dengan selera masyarakat Tangerang yang menjadi kota industri.
Perusahaan kami telah resmi dibuka sejak tahun 2014. Hingga saat ini perusahaan kami telah berjalan hampir 3 tahun. Dalam memasarkan produk, perusahaan kami berusaha semaksimal mungkin memasarkan produk melalui 3 cara yaitu, pertama melalu face to face atau pemasaran secara langsung, kedua melalui media sosial, dan ketiga melalui situs e-commerce Tokopedia.
Adapun maksud dan tujuan kami mendirikan perusahaan ini yaitu:
1) Berperan aktif dalam bidang bisnis dan kewirausahaan,
2) Menyediakan kebutuhan fahion bagi masyarakat, supaya lebih mudah
3) Mengurangi tingkat pengangguran,
4) Menjalin persahabatan antara pelanggan, dan
5) Mendapatkan keuntungan atau laba.

1.2. Latar Belakang

Dengan semakin berkembangnya dan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan lifestyle khususnya di bidang fashion, maka kami berinisiatif untuk membuka suatu usaha distro yang up to date dan mengerti akan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat Tangerang.
Daerah sekitar kota Tangerang ini sangat tepat untuk membuka usaha distro karena hingga saat ini masih sedikit sekali yang memberi pelayanan kebutuhan fashion di sekitar apalagi melihat pangsa pasarnya yang sangat luas.
Daily Co. didirikan untuk mempelopori kecintaan generasi muda dalam bidang fashion yang up to date dan modern.

1.3. Visi dan Misi

Visi      : Mitra dan solusi bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan atas kebutuhan dalam hal fashion yang up to date untuk memberikan warna dan gaya dalam kehidupan.
Misi     : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi kepuasaan pelanggan.
Motto  : ”Daily Co. : Kepuasan konsumen adalah prioritas kami”
Tag line : “Daily Co. : Fahion for Passion”

1

BAB II
KEGIATAN USAHA

2.1. Konsep Promosi

Konsep promosi yang kami tekankan adalah dengan metode direct promotion (promosi langsung) atau dikenal juga sebagai face to face. Cara ini cukup ampuh bagi usaha kami untuk menarik pelanggan lebih banyak lagi dari jaringan konsumen yang pernah mampir atau belanja di toko kami.
Selain itu, kami juga memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini sebagai media promosi sekaligus penjualan, yaitu media sosial dan situs e-commerce Tokopedia. Dengan memanfaatkan teknologi, kami dapat mengembangkan usaha kearah yang lebih baik untuk terus mencapai tujuan perusahaan.

2.2. Target Pelanggan

Target pelanggan Distro ini adalah : anak muda yang terpengaruh oleh fashion- fashion yang uptodate dan modern serta dibalut dengan gaya luar negeri. Mereka adalah pengguna baju-baju distro yang memiliki ciri khas tertentu.
2.3. Prespektif Masa Depan Usaha

Dengan terciptanya tempat usaha yang bergerak di bidang perdagangan, khususnya dalam hal fashion dengan lokasi yang strategis, maka kami yakin usaha ini akan maju. Karena kebutuhan dan permintaan akan fashion dikalangan masyarakat terutama sekitar kota Tangerang pada saat ini sangat besar.
2.4. Analisis Persaingan

Berdasarkan pemantauan dan hasil survey yang ada bahwa di sekitar lokasi tempat yang kami dirikan usaha distro ini masih sedikit yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan ciri khas yang kami miliki, kami optimis akan tetap bisa berkompetisi dalam memenangkan pasar.
2.5. Segmentasi Pasar

Daily Co. “Clothing Outlet” membidik pasar kelas menengah ke bawah, dengan memberikan harga yang terjangkau namu tetap dengan kualitas pada kelasnya. Pada prinsipnya kami membuka usaha ini dengan suasana kekeluargaan dan pelayanan yang baik, sehingga membuat masyarakat merasa puas dengan layanan kami dan senantiasa kembali ke tempat kami.
Pada awalnya pemenuhan permintaan pakaian dapat dipenuhi dari distro ,akan tetapi dengan semakin tinggi populasi rakyat, maka kemampuan distro lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semakin rendah. Hal ini mendorong kami untuk melakukan pelayanan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
2

BAB III
RENCANA PEMASARAN

3.1. Penetapan Harga
Harga yang akan dikenakan adalah harga yang diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Setelah memperhitungkan dengan cukup matang, akhirnya kami tetapkan sebagai harga awal, berikut adalah tabel harga jasa produk yang ditawarkan. adapun untuk selanjutnya harga akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya.
No.
Jenis Produk
Harga
1
Kemeja
> Rp.   95.000,-
2
Kaos
> Rp.   35.000,-
3
Jeans
> Rp. 100.000,-
4
Blazer
> Rp. 165.000,-
5
Switter
> Rp.   90.000,-
6
Tas
> Rp. 125.000,-
7
Jaket
> Rp. 125.000,-
8
Aksesoris
Rp. 15.000,- s.d Rp. 125.000,-

3.2. Pelaksanaan Distribusi

Distribusi yang dilakukan perusahaan kami yaitu distribusi intensif, diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual produk sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen, sehingga lebih mudah dalam penjualannya dalam menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat kami lakukan dengan mendekati dan menjalin hubungan baik dengan beberapa supplier.
3.3. Strategi Promosi yang akan dilakukan  

Strategi yang akan kami jalankan pada perusahaan ini antara lain :
·         Membuat banner yang memperkenalkan produk baru dan penawaran harga menarik yang akan dipajang
·         Melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang melalui media sosial maupun situs e-commerce.
·         Membuat catalog-katalog mengenai fashion yang sedang uptodate di distro.

3

BAB IV
PERENCANAAN PERMODALAN


4.1. Sumber-sumber permodalan

Sebagai sumber awal mula pendirian Daily Co. “Clothing Outlet” yaitu dari pemilik distro sendiri. Sebagai bentuk investasinya itu maka didirikanlah perusahaan dalam bidang perdagangan.
4.2. Neraca Permulaan Perusahaan

a)      Biaya produksi per tahun terdiri dari:
1.      Modal Awal produksi
Sewa Toko
Rp.   55.000.000,-
Renovasi awal dan Desain interior
Rp.   20.000.000,-
Kulakan baju grosir
Rp. 250.000.000,-
Biaya gaji karyawan tahun pertama
Rp.   15.000.000,-  
Jumlah Modal Produksi
Rp. 340.000.000,-

2.      Biaya lain-lain
·         Listrik                                                    Rp.   6.000.000,-
·         Operasional                                           Rp.    4.800.000,-
·         Peralatan dan alat tulis                          Rp.    1.500.000,-
·         Pengelolaan dan perawatan toko           Rp. 33.600.000,-  +
Jumlah biaya lain-lain                                  Rp. 45.900.000,-
Total seluruh biaya produksi (1 + 2)
Jumlah modal produksi                                     Rp. 340.000.000,-
Jumlah biaya lain-lain                                        Rp.  45.900.000,-    +
Total                                                                  Rp. 385.900.000
4.3. Proyeksi Aliran Kas
Sejak awal buka dari kuartal 2 tahun 2014 sampai saat ini kuartal 1 tahun 2017 usaha kami telah berhasil mendapat omset sekitar 800 jt lebih, jika dirata-ratakan usaha kami memiliki omset dengan estimasi 200 jt – 350 jt per tahun. Pada tahun 2015 omset meningkat 55,3% dari omset tahun 2014 dan pada tahun 2016 omset meningkat 30,3% dari omset tahun 2015. Proyeksi keuntungan kotor usaha kami adalah 30% dari penghasilan. Jadi setiap tahunnya usaha kami memperoleh keuntungan bersih sekitar 60 jt – 90 jt pertahun.
4
Sehingga, pada tahun kedua, kami sudah bisa balik modal. Dan tahun ke  3, 4 dan seterusnya, kami bisa mengumpulkan untung lalu akan kami gunakan untuk pengembangan usaha dengan membuat sistem e-commerce sendiri agar bisa mencakup pasar yang lebih luas lagi serta ekspansi ke luar daerah untuk membuka cabang baru.
4.4. Perencanaan Laba Rugi
INVESTASI
JUMLAH (RP)
Biaya tetap
1.      Pengelolaan dan perawatan toko
Rp.   33.600.000,-
2.      Gaji pegawai
Rp.   15.000.000,-
Jumlah
Rp. 48.600.000,-
Biaya variable/ produksi
Kulakan baju grosir
 Rp. 250.000.000,-
Jumlah
Rp.250.000.000,-
Biaya-biaya lain
1.   Listrik                                           
2.   Operasional                                       
3.   Peralatan dan Alat tulis          
Rp.   6.000.000,-
Rp.   4.800.000,-
Rp.   1.500.000,-
Total Modal produksi
Rp. 12.300.000,-
TOTAL MODAL (PENGELUARAN)
Rp.  310.900.000,-
Pendapatan
Penjualan aneka pakaian dan fashion per tahun
Rp. 350,000.000,-
TOTAL PENDAPATAN
Rp. 350.000.000,-
PROYEKSI LABA/RUGI(KEUNTUNGAN)
Total Pendapatan
Total modal / Pengeluaran

Rp. 350.000.000,-
Rp. 310.900.000,-
TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH
Rp. 39.100.000,-

5


BAB V
PENUTUP





Harapan saya untuk Daily Co. “Clothing Outlet”  ialah supaya usaha ini bisa lebih berkembang dan maju. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi kami yakin dan optimis bisa mencakup pasar global. Apalagi dengan ciri khas dan segmentasi pasar kami serta  konsep promosi yang kami buat seefektif dan seefisien mungkin diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha kami jadi lebih baik kedepannya.
Oleh karena itu, tujuan dibuatnya proposal sederhana ini adalah untuk memperkenalkan usaha kami kepada masyarakat luas khususnya investor yang ingin menginvestasikan dananya demi kemajuan usaha distro ini. Dengan dana yang kami peroleh dari investor maka kami dapat melaksanakan program-program kami, salah satunya mebuat website sendiri yang dilengkapi sistem e-commerce sehingga bisa membantu penjualan sekaligus promosi dengan mencakup pasar global. Selain itu dana itu akan kami gunakan untuk ekspansi pembukaan cabang baru di daerah lain.

Setelah melaksanakan usaha ini, kami dapat mengambil kesimpulan :

1 1.  Seorang pengusaha harus dapat mengetahui manfaat apa usaha yang mereka akan jual untuk kepentingan orang banyak dan pribadi tanpa merugikan orang lain juga.
    2.    Sebelum membuka usaha, seorang pengusaha harus mengetahui kebutuhan konsumen tujuan dan sasaran yang akan dituju.











6

Wednesday, May 10, 2017

Kisah hidup motivator papan atas indonesia : Andrie Wongso

Andrie Wongso dilahirkan dari sebuah keluarga miskin di Malang. Kala itu sebuah ramalan masa depan sangat dipercayai oleh banyak masyarakat Indonesia khususnya di Malang. Suatu ketika, Andrie Wongso kecil dibawa ibunya ke seorang peramal yang bisa membaca nasib seseorang hanya dengan mengetahui kelahirannya. Keakuratan ramalannya boleh dikatakan cukup ampuh, mengingat banyak ramalannya yang terbukti benar.

Saat itu, Andrie Wongso diramalkan bernasib buruk. Menurut sang peramal, hidupnya akan susah seperti kehidupan keluarganya. Pokoknya tidak ada takdir bagi Andrie Wongso untuk menjadi orang sukses. Beruntung saat itu Andrie Wongso kecil tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh peramal tersebut. Dia justru telah memilih untuk melawan ramalan tersebut dengan cita-cita dan kerja keras.

Ketika dewasa, Andrie Wongso memutuskan merantau ke Jakarta untuk menentukan takdirnya sendiri. Berkat perjuangan, ketekunan, keyakinan dan kerja kerasnya, Andrie Wongso yang memiliki motto "Sukses adalah milik semua orang. Sukses adalah milik saya dan saya berhak untuk meraih kesuksesan" dan akhirnya Andrie Wongso berhasil menjadi pengusaha sukses sekaligus sebagai motivator papan atas di Indonesia.

Setelah sukses, Andrie Wongso memutuskan pulang ke Malang. Dia mengajak ibunya untuk mendatangi peramal nasib yang dulu pernah meramal nasibnya yang akan buruk. Dia berniat menunjukan jika nasib dan takdir itu tidak ada hubungannya dengan kesuksesan. Tapi sayangnya, peramal tersebut sudah keburu menghadap Sang Maha Pencipta.












Reference : Mufidah, Abu & Haryadi, J. 2013. Total Success. Jakarta : QultumMedia.

Wednesday, May 3, 2017

Artikel Etika Bisnis : Perbandingan Etika Bisnis yang Berlaku di Amerika dan Indonesia

Perbandingan Etika Bisnis yang Berlaku di Amerika dan Indonesia
(Untuk Melengkapi Tugas Etika Bisnis)


Disusun oleh :
Panji Aldio Utama
18214387
3EA47
Dosen : Bpk. Adi Kuswanto


UNIVERSITAS GUNADARMA
KARAWACI
2017 



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Moralitas dan norma adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai yang mencakup, menentukan baik buruknya sebuah tindakan tertentu dalam kehidupan bermasyarakat.
Etika dan norma yang berkembang di masyarakat memiliki dasar yang seragam dengan bentuk yang bermacam-macam. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari aturan kehidupan bermasyarakat. Begitu pun dengan kegiatan usaha atau berbisnis. Seorang pelaku usaha dituntut untuk memperhatikan etika moral atau tata cara kegiatan berbisnis yang baik.
Etika berbisnis yang baik secara singkat disimpulkan bahwa kegiatan usaha tersebut tidak mengandung unsur merugikan pihak konsumen atau pihak lain. Etika berbisnis di berbagai negara tidak sama, ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sejarah dan budaya setempat yang berkembang didalamnya. Dalam makalah ini penulis mencoba menguraikan dan mengidentifikasi etika bisnis yang berlaku di negara Amerika sebagai bahan studi atau bandingan etika bisnis yang berkembang di Indonesia sampai sekarang.

1.2. Rumusan Masalah
Ada beberapa perumusan masalah yang akan dijabarkan dalam penulisan ini agar bisa lebih dipahami dan dimengerti oleh para pembaca. 
1.    Apakah yang dimaksud Etika Bisnis ?
2.    Bagaimana praktek etika bisnis di Amerika Serikat ?
3.    Apakah ada perbedaan etika bisnis yang berlaku di Amerika dengan yang di Indonesia ?


BAB 2
PEMBAHASAN



2.1. Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial.
Dalam menerapkan etika dalam berbisnis para pelaku bisnis harus memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping itu etika bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan menyakini prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika yang berlaku, seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.

2.2. Prinsip Etika Bisnis
Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah Prinsip otonomi dan Prinsip kejujuran.
a. Prinsip Otonomi
Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis. Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visi misinya. Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.
b. Prinsip kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.

2.3. Etika Bisnis di Amerika
Ada dua poin penting dalam budaya Amerika yang perlu diketahui dan dipahami yaitu individualism dan egalitarianism. Individualisme dan egalitarianisme adalah dua elemen penting dalam budaya Amerika yang memiliki efek signifikan terhadap etika bisnis mereka.
Menurut penelitian dan studi Geert Hofstede seorang Profesor Manajemen Internasional di University of Limburg di Maastricht Belanda dan ahli terkenal di budaya bisnis telah melakukan studi komprehensif tentang nilai-nilai di tempat kerja Amerika Serikat memiliki tingkat individualisme yang tinggi dalam masyarakatnya.
Ini adalah salah satu alasan di balik Amerika yang menunjukkan perilaku lebih mandiri dan anggota keluarga dekat cenderung membentuk ikatan yang luas dengan orang lain. Budaya Amerika menekankan  praktis penghargaan terhadap mereka yang mengambil inisiatif dalam menggapai tujuannya sebagai prestasi pribadi. Status dan usia tidak terlalu menjadi masalah dalam memandang prestasi seseorang.
Sementara itu egalitarianisme atau konsep kesetaraan adalah penting juga. Amerika percaya bahwa mereka harus diberi hak yang sama kewajiban sosial yang sama dan kesempatan yang sama. Kesetaraan bagaimanapun masih didasarkan pada prestasi individu. Amerika merasa dan percaya bahwa bekerja keras dan melakukan yang terbaik layak sukses dan keuntungan finansial yang lebih baik.
Konsep pengaruh kesetaraan bagaimana Amerika memperlakukan orang yang lebih kaya lebih tua dan figur otoritas. Amerika umumnya tidak menunjukkan rasa hormat banyak orang yang secara finansial dan / atau sosial lebih tinggi dalam status. Gelar profesional yang sangat jarang digunakan dan orang-orang lebih suka memanggil satu sama lain dengan nama pertama mereka.
Budaya bisnis Amerika sangat berpusat pada tugas masing-masing individu. Amerika akan langsung mengatakan tidak jika mereka menginginkannya. Itu normal bagi mereka untuk mengkritik kinerja orang-orang di depan umum, sehingga anda tidak akan merasa malu jika anda di kritik.
Selain itu ketepatan waktu dianggap sakral dalam budaya bisnis Amerika. Orang-orang diharapkan untuk menghadiri pertemuan dan janji pada waktu dan tenggat waktu diharapkan akan bertemu di titik. Kegagalan untuk melakukannya sering disukai dan dipandang sebagai sangat tidak sopan. Menjadi tepat waktu dan memenuhi deadline yang lebih ditekankan karena waktu adalah uang filsafat yang dipraktekkan oleh masyarakat bisnis secara umum.
Amerika bersedia bekerja berjam-jam dan lembur karena etos kerja mereka. Kantor / bisnis hirarki juga sedang dipraktekkan dengan stres yang diberikan pada struktur organisasi perusahaan. Namun karena individualisme dalam masyarakat Amerika dan budaya bisnis lingkungan kerja yang sangat kompetitif dengan penekanan pada kompetensi pribadi profesionalisme dan akuntabilitas individu.
Sehubungan dengan beberapa etika bisnis jabat tangan perusahaan menandakan awal dan akhir dari pertemuan bisnis. Tampilkan ketulusan dan bunga ditunjukkan dengan mempertahankan kontak mata langsung selama salam awal dan selama bagian penting dari percakapan. Bertukar kartu nama dipandang sebagai kegiatan biasa atau kasual dan mengikuti tidak ada aturan formal.
Ketika Anda melakukan bisnis di AS adalah penting bahwa seseorang memperhatikan pedoman dan aturan ditentukan oleh kebijakan bisnis prosedur dan hukum. Hati-hati ketika memberikan hadiah karena prakteknya seringkali dianjurkan oleh banyak perusahaan karena gerakan itu dapat dengan mudah oleh disalahartikan sebagai suap.

2.4. Etika Bisnis di Indonesia
Etika bisnis dalam tinjauan di indonesia bisa kita refleksikan pada kondisi krisis ekonomi sekarang ini. Semakin berlarutnya penanganan krisis membuktikan bahwa etika bisnis di indonesia masih buruk baik itu di kalangan swasta dalam hal ini pengusaha, pemerintah baik dari pusat maupun daerah di segala tingkatan. Adanya krisis ekonomi di indonesia disebabkan oleh kebijakan ekonomi pemerintah yang tidak transparan, akuntabel, tidak memperdulikan kepentingan rakyat dan yang lebih utama adalah maraknya praktek KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Kinerja pemerintah bisa kita lihat pada gambaran menyeluruh dari kondisi bangsa kita sekarang ini. Kebijakan ekonomi pada waktu itu bila ditinjau dalam prespektif etika bisnis banyak yang tidak objektif (masuk akal). Hal itu bisa dilihat pada angka-angka sebagai indikator ekonominya.
Kita melihat bahwa Indonesia selama 30 tahun sebelum adanya krisis dipandang sebagai negara yang berhasil dan dipuji Bank Dunia sebagai negara yang pembangunannya telah berhasil dan dimasukkan sebagai bagian dari keajaiban Asia Timur.Tapi setelah adanya krisis kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kita terbelenggu oleh utang yang tidak akan habis sampai dengan sepuluh keturunan anak cucu kita.Di jaman Soeharto utang dianggap sebagai pendapatan pembangunan, dikatakan utang khususnya luar negeri dalam kondisi sustainable jika tidak mencapai 20 % dari total GDP. Kondisi ini tentunya akan sangat memberatkan pemerintah di kemudian harinya. Karena utang adalah indikator dalam menentukan soliditas keuangan.
Tidak saja masalah utang yang mengakibatkan indonesia didera krisis, masalah lainnya adalah tentang krisis perbankan di Indonesia. Hal itu terjadi karena bank-bank banyak yang telah bermain curang. Bank-bank kita telah digerogoti oleh pemiliknya sendiri. Pada waktu itu bank-bank yang kalah clearing dan harus diskors ditolong oleh pemerintah melalui fasilitas diskonto. Kejadian itu tidak sekali atau dua kali tapi sudah berlangsung lama. Dampaknya adalah pada kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Praktek kecurangan perbankan  lainnya adalah tentang pembuatan bank-bank fiktif yang hanya digunakan untuk menarik modal.
Rendahnya etika bisnis yang terlihat dari kebijakan pemerintah yang tidak masuk akal tercermin juga pada hal lain, yaitu kerusakan yang disebabkan oleh praktek KKN (korupsi, kolusi, Nepotisme). Menurut Kwik Kian Gie KKN adalah sumber dari permasalahan krisis yang terjadi di indonesia. KKN adalah the roots of all evils. Setiap proyek baik proyek yang didanai oleh pihak luar negeri atau pemerintah selalu digerogoti oleh para koruptor. Yang terjadi kemudian adalah otak kita telah dipenuhi oleh otak proyek. Karena dengan adanya proyek tersebut dampaknya adalah pada pemasukan ke kantong-kantong pribadi yang ujung-ujungnya korupsi.
Kalau kita melihat dari fenomena diatas tentunya kesalahan terbesar dalam memahami keberadaan etika dan moral dalam suatu bisnis di Indonesia terletak pada kecenderungan untuk memisahkan keduanya dari keberadaan sistem kemasyarakatan. Etika dan moral dalam pandangan yang berkembang di Indonesia cenderung dilihat sebagai sebuah variabel yang semata-mata tumbuh dari dalam diri seseorang atau sekelompok orang. Jadi tidak diwujudkan dalam sebuah lingkup yang lebih besar misalnya dalam sebuah negara atau perusahaan.
Dengan demikian, etika dan moral cenderung dipandang sebagai variabel bebas yang sama sekali tidak tergantung pada kondisi kualitas sistem kemasyarakat secara menyeluruh. Kecenderungan seperti itu antara lain tampak pada kecenderungan untuk menyamakan keberadaan etika dan moral seseorang atau sekelompok orang dengan keberadaan mutiara. Sebagaimana dikemukakan oleh sebuah ungkapan, "Sekali mutiara akan tetap mutiara. Walaupun dilemparkan ke dalam lumpur sekali pun, ia akan tetap mutiara." Artinya, seseorang atau sekelompok orang yang memiliki etika dan moral baik, akan tetap menjadi orang baik dalam sebuah sistem kemasyarakat yang jahat sekalipun. Kesimpulan seperti itu, walaupun dapat ditemukan pada pribadi-pribadi tertentu, mustahil dapat dibenarkan pada tingkat kehidupan bermasyarakat secara umum.
Etika bisnis merupakan bagian Code of Conduct (pedoman tentang perilaku etis) suatu entitas usaha. Pemerintah dan lembaga-lembaga Pemerintah dapat kita anggap di sini sebagai entitas usaha, yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk produk kebijakan publik maupun produk barang/jasa publik. Di dalam Code of Conduct inilah tercantum nilai-nilai etika berusaha sebagai salah satu pelaksanaan kaidah-kaidah Good Governance. Dengan kata lain, pembahasan etika bisnis tidak dapat terlepas dari pembahasan muaranya, yakni governance.
Di dalam literatur ilmu ekonomi pembangunan, konsep governance meliputi berbagai faktor kelembagaan dan organisasi (termasuk perangkat peraturan) yang mempengaruhi operasi perekonomian dan membentuk kebijakan publik pemerintah. Kapasitas governance Pemerintah yang baik diyakini akan memberikan hasil adanya suatu pasar di berbagai sektor yang berjalan secara efisien dan kemampuan negara untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi secara efektif.
Secara umum, etika adalah ilmu normatif penuntun manusia, yang memberi perintah apa yang mesti kita kerjakan dalam batas-batas kita sebagai manusia. Etika menunjukkan kita dengan siapa dan apa yang sebaiknya dilakukan. Maka, etika diarahkan menuju perkembangan manusia dan mengarahkan kita menuju aktualisasi kapasitas terbaik kita. Sebagai contoh, jika kita rasional, maka etika memberi perintah bahwa kita harus bertindak secara masuk akal. Itu akan membawa kita menuju ke keutamaan.
Mengapa suatu entitas perlu menerapkan nilai-nilai etika berusaha sebagai bagian dari pelaksanaan good governance? Jawabannya adalah dengan adanya praktek etika berusaha dan kejujuran dalam berusaha dapat menciptakan aset yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan nilai entitas. Banyak kasus di berbagai negara yang telah membuktikan hal tersebut.
Sayangnya, sebagai manusia para penguasa dan pebisnis sangat rentan terhadap godaan untuk melanggar etika. Tujuan para pebisnis adalah untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin. Filosofi yang dominan bagi para pebisnis adalah cara mana yang membuat uang paling banyak. Tujuan hidup mereka didasarkan atas pertanyaan ini. Orang-orang macam ini seperti yang dikatakan oleh Charles Diskens dalam Martin Chuzzlewit, "Semua perhatian, harapan, dorongan, pandangan dan rekanan mereka meleleh dalam dolar. Manusia dinilai dari dolarnya." Theodore Levitt mengatakan bahwa para pebisnis ada hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk menciptakan dan mengalirkan nilai kepuasan dari suatu keuntungan hanya pada dirinya dan nilai budaya, spiritual dan moral tidak menjadi pertimbangan dalam pekerjaaannya.


BAB 3
KESIMPULAN


Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial. Etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah prinsip otonomi dan prinsip kejujuran.
Di dalam etika bisnis yang berlaku di Amerika Individualisme dan egalitarianisme adalah dua elemen penting dalam budaya Amerika yang memiliki efek signifikan. Menurut penelitian dan studi Geert Hofstede seorang Profesor Manajemen Internasional di University of Limburg di Maastricht Belanda dan ahli terkenal di budaya bisnis telah melakukan studi komprehensif tentang nilai-nilai di tempat kerja Amerika Serikat memiliki tingkat individualisme yang tinggi dalam masyarakatnya. Selain itu egalitarianisme atau konsep kesetaraan penting juga di Amerika. Amerika percaya bahwa mereka harus diberi hak yang sama kewajiban sosial yang sama dan kesempatan yang sama. Budaya bisnis Amerika sangat berpusat pada tugas masing-masing individu. Selain itu ketepatan waktu dianggap sakral dalam budaya bisnis Amerika. Orang Amerika bersedia bekerja berjam-jam dan lembur karena etos kerja mereka. Ketika Anda melakukan bisnis di AS adalah penting bahwa seseorang memperhatikan pedoman dan aturan ditentukan oleh kebijakan bisnis prosedur dan hukum.

Sedangkan etika bisnis yang berlaku di Indonesia sangat rendah, hal ini terlihat dari kebijakan pemerintah yang tidak masuk akal selain itu tercermin juga pada hal lain, yaitu kerusakan yang disebabkan oleh praktek KKN (korupsi, kolusi, Nepotisme). Oleh karena itu perlu adanya praktek etika berusaha dan kejujuran dalam berusaha agar dapat menciptakan aset yang langsung atau tidak langsung yang dapat meningkatkan nilai entitas.



Daftar pustaka 
https://www.academia.edu , Etika Bisnis di Dunia

Tuesday, May 2, 2017

Artikel : Etika Berbisnis Dalam Islam

Etika Berbisnis Dalam Islam

(Untuk Melengkapi Tugas Etika Bisnis)


Disusun oleh :
Panji Aldio Utama
18214387
3EA47
Dosen : Bpk. Adi Kuswanto


UNIVERSITAS GUNADARMA
KARAWACI
2017 


PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Kegiatan bisnis terus berkembang dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan zaman. Dikatakan berkembang karena sebenarnya bisnis sudah ada sejak nabi muhammad saw bahkan bisa jadi sebelum zaman nabi muhammad sudah ada aktifitas bisnis. Nabi Muhammad merupakan salah satu tokoh islam yang sukses dalam berbisnis. Awalnya beliau mempelajari ilmu berbisnis dari pamannya ketika diajak berdagang ke syiria sejak umur 12 tahun.
Setelah itu beliau memulai bisnisnya sendiri dengan berdagang, dengan bermodalkan pengalaman serta praktik lapangan yang beliau pelajari dari pamanya. Beliau melakukan bisnisnya dengan penuh dedikasi dan keuletan. Beliau juga menggunakan sifat fathanah, shidiq, dan amanah. Sehingga hal itu telah menjadikan nabi sebagai seorang businessman yang jujur dan terpercaya, hingga beliau dianugerahi sebuah gelar al amin.
Cara-cara nabi dalam berbisnis itulah yang menyebabkan terbukanya berbagai pinjaman komersial di kota mekkah dan sekitarnya hingga membuka peeluang kemitraan antara nabi dan pemilik modal.
Salah satu pemilik modal tersebut adalah seorang pengusaha wanita dan konglomerat akhirnya menjadi istri nabi, wanita itu bernama khadijah binti khuwailid, ia menawarkan suatu kerjasama berdasarkan prinsip mudharabah atau profit sharing. Khadijah memberikan pembiayaan sementara kepada nabi lalu beliau mengontribusikan keterampilan administrasi, pemasaran, dan kewiraswastaanya dengan catatan bagi hasil dari keuntungan yang telah disepakati bersama wanita yang menanam modal tersebut. Dengan keterampilan yang dimiliki Nabi  Muhammad saw dalam berwirausaha tentu mendatangkan keuntungan bagi khadijah dan mitra-mitra usahanya yang tersebar diseluruh jazirah arab. Dua puluh tahun lamanya beliau menggeluti dunia bisnis dan perdagangan sehingga beliau dikenal sebagai seorang entrepreuner yang tangguh di yaman, syiriia, bashra, yordania dan kota kota lainya di jazirah arabia yang merupakan pusatnya bisnis bersama india dan china pada waktu itu.
Ada begitu banyak hal yang digunakan sebagai modal berbisnis, tidak hanya modal berupa uang, bahkan etika berbisnis pun bisa menjadi modal utama bagi para pebisnis yang menginginkan kesuksesan. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas tentang etika bisnis dalam islam yang dicontohkan nabi Muhammad saw, agar bisa menambah wawasan kita dalam berbisnis.

B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah etika berbisnis yang diajarkan dalam Islam dan etika seperti apa yang perlu diterapkan dalam aktivitas berbisnis?


PEMBAHASAN


A. Etika bisnis dalam Islam yang diajarkan nabi Muhammad saw.
Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis yang dijalankan oleh seseorang. Dalam etika bisnis nabi muhammad, sisi yang cukup menonjol adalah pada nilai spiritual, humanisme, kejujuran, keseimbangan dan semangatnya untuk memuaskan mitra bisnisnya. Nabi muhammad sangat banyak memberikan petunjuk mengenai etika bisnis diantaranya :
1. Jujur dalam menjelaskan produk
Kejujuran merupakan syarat paling dasar dalam kegiatan bisnis. Dalam hal ini beliau bersabda “ tidak dibenarkan seorang muslim yang menjual satu jualan yang mempunyai aib kecuali ia menjelaskan aibnya”(H.R. Al-Quzwani). Nabi muhammad sendiri selalu bersifat jujur dalam berbisnis. Beliau melarang para pedagang meletakkan barang busuk disebelah bawah dan barang baru di sebelah atas.

2. Suka sama suka
يأيها الذين أمنوا الاتأكلو اموالكم بينكم بالباطل إلاان تكن تجارة عن تراض منكم. . .
“hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu” (Q.S. An-Nisa:29)

3. Tidak menipu ukuran, takaran dan timbangan
Dalam perdagangan timbangan yang benar dan tepat harus benar benar diutamakan. Sikap ini menunjukan keadilan atas apa yang diperoleh penjual dan pembeli

4. Tidak boleh menghina bisnis orang lain agar orang lain beralih kepadanya
Nabi muhammad saw bersabda “ janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain.”(H.R. Mutafaqun alaih)

5. Bersih dari unsur riba
Firman allah:
يأيها الذين امنوا التقوالله وذروامابقى من ال بوا إن كنتم مؤمنين (البقرة:278)
“hai orang orang yang beriman tinggalkanlah sisa-sisa riba jika kamu beriman” (Q.S. Al-Baqarah)
Oleh karena itu allah dan rasulnya mengumumkan perang terhadap riba.

6. Tidak menimbun barang ( ihtikar ) 
Ialah menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu dengan tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntugan besar pun diperoleh. Rasululaah melarang tegas kegiatan seperti ini

7. Tidak melakukan monopoli 
Salah satu keburukan system ekonomi kapitalis adalah melegitymasi monopoli dan oligopoly. Misalnya adanya eksploitasai atau penguasaan individu tertentu atas hak milik sosial seperti air, udara, tanah serta kandungan isisinya seperti barang tambang dan mineral. Individu tersebut mengeruk keuntungan secara pribadi tanpa memberi kesempatan pada orang lain, ini dilarang dalam islam.

8. Mengutamakan kepuasan pelanggan. 
Pelaku bisnis menurut islam tidak hanya mengejar keuntungan sebanyak-banyaknaya sebagaimana diajarkan bapak ekonomi kapitalis, adam smhith, tetapi juga berorientasi pada sifat ta’ ngawun sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis sehingga pelanggan puas terhadap hal tersebut 

9. Membayar upah pekerja sebelum keringat para pekerja kering
Nabi Muhammad SAW bersabda : “berikanlah pada kariyawan sebelum kering keringatnya. “ hadist ini mengindifikasikan bahwa pembayaraan upah tidak boleh ditunda-tunda dan pembayaraan upah harus sesuai dengan kerja yang dilakukan.

10. Teguh menjaga amanah.
11. Toleran dalam berbisnis.
12. Menepati janji.
13. Murah hati.
14. Tidak melupakaan akhirat
Bisnis tidak boleh menganggu kegiatan ibadah kepada Allah.

15. Bersikap dalam bisnis
16. Menjual produk yang halal
Dilararang menjual komidity bisnis seperti babi, anjing, minuman keraas. Ekstasi dan sebagainaya.

17. Tidak boleh melakukaan bisnis yang dapat merugikan dan merusak  kehidupan individu dan sosial, misalnya, dilarang melakukan bisnis senjata saat terjadi kekacoan politik,tidak boleh menjual barang yang halal kepada produssen minuman keras semua bentuk bisnis tersebut dilarang islam karna dapat merusak esensi sosial yang justru harus dijaga dan diperhatikan secara cernat.

18. Tidak boleh berpura-pura menawar harga dengan harga tinggi  agar orang lain tertarik membeli dengan harga tersebut.

19. Tidak melakukan sumpah palsu.
Nabi Muhammad SAW melarang para pelaku bisnis yang melakukan sumpah palsu dalam melakukan transaksi bisnis. Nabi Muhammad SAW bersabda : dengan melakukan sumpah palsu barang-barang memang terjual tetapi hasilnya tidak berkah “ (H.R. Bukhori )
Praktek sumpah palsu dalam kegiatan bisnis saat ini sering dilakuakan karena dapat meyakinkan pembeli dan pada giliranya meningkatkan daya beli atau pemasaraan. Namun harus disadari bahwa meskipun keuntungan berlimpah, tetapi hasilnya tidak berkah.
Etika bisnis dalam islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW merupakaan hal yang paling penting dalam perjalan sebuah aktifitas bisnis profisional. Dalam hal ini etika bisnis mempunyai beberapa tujuan umum untuk  membangun kode etik islami yang mengatur, mengembangkan dan menancapkan metode berbisnis dalam kerangka ajaran islam.
Sedangkan dalam refrensi lain  disebutkan tujuan khusus dari etika bisnis adalah yang pertama dipusatkan pada upaya mencari cara  untuk menyelaraskan kepentingan strategis suatu  bisnis atau perusahaan   dengan tuntutan moralitas, sedangkan yang kedua adalah untuk melakukan dan memberikan perubahaan pada kesadaran masyarakat dalam berbisnis dengan memberikan suatu pemahaman cara  pandang baru, yakni bisnis secara keseluruan dalam upaya mempertahaankan hidup. Mencari  rasa aman, memenuhi kebutuhan sosial dengan harga diri serta mengupayaka pemenuhan aktualisai diri,  yang pada kesemuanya secara inten  terdapat nilai-nilai etika.
 

B. Etika dalam Berbisnis
Salah satu profesi yang dianjurkan dalam Islam bahkan sering tersebut dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah profesi petani dan pedagang. Karenanya banyak sekali sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berprofesi menjadi petani atau pedagang. Berdagang merupakan salah satu aktivitas bisnis. Hanya saja, di dalam Islam setiap profesi yang dibenarkan untuk ditempuh tujuannya bukan semata-mata untuk menghasilkan uang atau meraih kekayaan. Akan tetapi yang jauh lebih penting daripada itu adalah untuk mendapatkan keberkahan dari hasil jerih payahnya. Dan keberkahan dari harta bukan dinilai dari kuantitasnya akan tetapi dinilai dari kualitas harta tersebut, darimana dia peroleh dan kemana dia belanjakan.
Ada banyak hadist yang menerangkan etika dalam berbisnis. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah. Maka beliaupun bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Dia menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas agar manusia dapat melihatnya?! Barangsiapa yang menipu maka dia bukan dari golonganku.” (HR. Muslim no. 102)

Dari Hakim bin Hizam radhiallahu anhu dari Nabi Shallallu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Kedua orang yang bertransaksi jual beli berhak melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli. Tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan dihapus.” (HR. Al-Bukhari no. 1937 dan Muslim no. 1532)
Khiyar adalah hak untuk membatalkan transaksi jual beli. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ
“Sumpah itu (memang biasanya) melariskan dagangan jual beli namun bisa menghilangkan berkahnya”. (HR. Al-Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1606)

Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu anhu, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ
“Jauhilah oleh kalian banyak bersumpah dalam berdagang, karena dia (memang biasanya) dapat melariskan dagangan tapi kemudian menghapuskan (keberkahannya).” (HR. Muslim no. 1607)

Oleh karenanya, dalam perdagangan dan jual beli, Islam menuntunkan beberapa etika di antaranya:
1.    Tidak boleh curang dalam jual beli.
2.    Tidak boleh menutupi cacat barang dagangan dari para pembeli.
3.    Menjelaskan dengan sejelas-jelasnya kebaikan dan kekurangan barang yang dia jual.
4.    Tidak boleh terlalu banyak bersumpah -walaupun sumpahnya benar- dengan tujuan melariskan dagangannya. Karena terlalu sering menyebut nama Allah pada jual beli atau pada hal-hal sepele menunjukkan kurangnya pengagungan dia kepada Allah.
5.    Haramnya bersumpah dengan sumpah dusta, hanya untuk melariskan dagangannya.


KESIMPULAN


Ada beberapa etika bisnis dalam islam yang diajarkan nabi Muhammad saw. Etika yang diajarkan beliau ini bisa menjadi panutan atau acuan bagi banyak pelaku bisnis khususnya umat islam. Berikut adalah etika bisnis dalam islam yang diajarkan nabi Muhammad saw :
  • ·         Jujur dalam menjelaskan produk
  • ·         Suka sama suka
  • ·         Tidak menipu ukuran, takaran dan timbangan
  • ·         Tidak boleh menghina bisnis orang lain
  • ·         Bersih dari unsur riba
  • ·         Tidak menimbun barang ( ihtikar ) 
  • ·         Tidak melakukan monopoli 
  • ·         Mengutamakan kepuasan pelanggan
  • ·         Membayar upah pekerja sebelum keringat para pekerja kering
  • ·         Teguh menjaga amanah.
  • ·         Toleran dalam berbisnis.
  • ·         Menepati janji.
  • ·         Murah hati.
  • ·         Tidak melupakaan akhirat
  • ·         Bersikap dalam bisnis 
  • ·         Menjual produk yang halal
  • ·         Tidak boleh melakukaan bisnis dalam eksisnya bahahya yang dapat merugikan dan merusak  kehidupan individu dan sosial
  • ·         Tidak boleh berpura-pura menawar harga dengan harga tinggi  agar orang lain tertarik membeli dengan harga tersebut.
  • ·         Tidak melakukan sumpah palsu.



sumber referensi : http://al-atsariyyah.com